ARTIKEL KONSEPTUAL
PERAN ORGANISASI KAMPUS DALAM
PENGEMBANGAN POTENSI MAHASISWA
Adilla Agustin Lubis
Vera Sardila
Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia
Universitas Islam Negeri Sultan
Syarif Kasim Riau
ABSTRAK
Kampus merupakan tempat belajar
serta berkembangnya pemikiran bagi mahasiswa. Selain untuk belaar dan menimba
ilmu, kampus juga bisa menjadi wadah untuk berekspresi bagi mahasiswa dengan
adanya organisasi kampus yang dapat diikuti sesuat dengan bakat dan minat
mahasiswa. Selain itu, dengan adanya organisasi kampus dapat menjadi wadah
untuk bersosialisasi antar mahasiswa dari fakultas satu dengan yang lain, antar
universitas satu dengan yang lain. Organisasi kampus tidak hanya menjadi wadah
pembelaaran, tetapi mahasiswa dilatih untuk lebih mandiri dan berkemban dengan
kemampuannya masing masing.
PENDAHULUAN
Di era global dan pasca reformasi
seperti saat ini, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk berprestasi di bidang
akademik, tetapi juga harus berprestasi dibidang nonakademik. Apalagi jika
suatu saat menjadi alumni perguruan tinggi atau sarana. Karena, data Badan
Pusat statistik (BPS) pada bulan februari 2015 menunjukan bahwa sebanyak 400
ribu pemuda Indonesia yang bertitel sarana menadi pengangguran. Oleh karena itu
dengan adanya organisasi di kampus dapat mengembangkan mahasiswa untuk
meningkatkan intergritas pribadi mahasiswa dalam menyikapi masalah kampus,
meningkatkan kecendikiawanan, dan memperluas wawasan mahasiswa
Organisasi mahasiswa adalah
organisasi yang beranggotakan mahasiswa untuk menampung bakat, minat dan
potensi mahasiswa yang diselenggarakan di dalam kegiatan ko dan ekstra
kurikuler. Pada dasarnya, Organisasi Mahasiswa adalah sebuah wadah berkumpulnya
mahasiswa untuk mencapai tujuan bersama, tetapi harus tetap sesuai dengan
koridor AD/ART yang disetujui oleh seluruh anggota dan pengurus organisasi
tersebut. Organisasi Mahasiswa tidak boleh melanggar rambu-rambu utama tugas
dan fungsi perguruan tinggi yaitu tri darma perguruan tinggi, tanpa kehilangan
daya kritis dan tetap berjuang atas nama mahasiswa, bukan pribadi atau
golongan. Sebagai mahasiswa, dengan mengikuti organisasi yang ada di kampus
dapat memberikan banyak pengalaman bersosialisasi dan lebih kritis dalam
menanggapi suatu permasalahan.
Beragam jenis organisasi kampus kampus di
Indonesia antara lain:
1.
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
2.
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)
3.
Lembaga Dakwah Kampus (LDK)
4.
Himpunan Mahasiswa Jurusan ( HMJ)
5.
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)
6.
Dll
Pengertian
Organisasi Kampus
Organisasi berasal dari bahasa
latin, organum yang berarti alat, bagian bagian anggota badan. Ada yang
mengatakan berasal dari organizare yang berarti mengatur atau menyusun.
Organisasi dalam bahasa Inggrisnya “Organization” yang berarti “hal yang
mengatur” dan kata kerjanya “organizing” berasal dari bahasa latin “organizare”
yang mengatur atau menyusun. Sedangkan menurut istilah, terdapat berbagai
definisi yang dikemukakan oleh ahli, antara lain: James D. Mooney, bentuk setiap
perserikatan manusia untuk mencapai sutu tujuan bersama. Chester I Barnard, suatu
sistem aktifitas kerjasama yang dilakukan oleh 2 orang atau lebih. Sedangkan Sutarto,
sebagaimana yang dikutip Usman, mendefinisikan organisasi adalah kumpulan
orang, proses pembagian kerja, dan sistem kerja sama atau sistem sosial.Organisasi
berasal dari kata Organon dalam bahasa Yunani yang berarti alat. Definisi
organisasi sanat banyak dikemukakan oleh para ahli baik dari dalam maupun luar
negeri. Secara garis besar pengertian organisasi adalah suatu kelompok terdiri
atas dua atau lebih orang yang saling bekerja sama untuk mencapai tujuan
tertentu secara bersama.
Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), organisasi adalah suatu kesatuan atau
susunan yang terdiri atas orang-orang dalam perkumpulan untuk mencapai tujuan
bersama. Contohnya seperti sekelompok orang yang bekerja sama, layaknya
asosiasi lingkungan, amal, serikat pekerja, atau perusahaan.
Menurut Chester I. Bernard dalam
bukunya yang berjudul The Executive Function, Bernard berpendapat bahwa
organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan
oleh dua orang atau lebih.
Menurut Stephen P. Robbins
menyatakan bahwa organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang
dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat
diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk
mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Menurut Ernest Dale. Pengertian
organisasi adalah sebuah proses perencanaan. Ini berkaitan dengan hal menyusun,
mengembangkan dan memelihara suatu struktur atau motif hubungan-hubungan kerja
dari orang-orang dalam suatu badan usaha.
Secara umum, organisasi adalah adanya orang-orang yang usahanya
harus dikoordinasikan tersusun dari sejumlah subsistem yang saling berhubungan
dan saling tergantung bekerja sama atas dasar pembagian kerja, peran dan
wewenang serta mempunyai tujuan tertentu yang hendak dicapai. Selain itu
terdapat juga berbagai macam definisi tentang organisasi dari orang-orang
terkemuka
Kampus, dari bahasa Latin; campus yang berarti “lapangan luas”, “tegal”. Sedangkan dalam pengertian modern, kampus berarti, sebuah kompleks atau daerah tertutup yang merupakan kumpulan gedung-gedung universitas atau perguruan tinggi. Bisa pula berarti sebuah cabang daripada universitas sendiri.Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh pendidikan tinggi. Pendidikan tinggi diselenggarakan dengan sistem terbuka.Perguruan Tinggi adalah satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi dan dapat berbentuk akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut, atau universitas.Perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi dapat menyelenggarakan program akademik, profesi, dan/atau vokasi. Dari pernyataan di atas mengenai pengertian organisasi dan kampus, dapat disimpulkan bahwa organisasi kampus adalah suatu kelompok terdiri atas dua atau lebih orang yang saling bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu secara bersama yang berada di perguruan tinggi diawasi oleh pihak kampus dan dikembangkan oleh mahasiswa yang berkecimpung didalam organisasi tersebut. Secara legitimasi, salah satu fungsi Organisasi Mahasiswa (Ormawa) yang termaktub dalam pasal 5, Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 155 /U/1998, adalah pengembangan potensi jati diri mahasiswa sebagai insan akademis, saat mahasiswa terjun ke organisasi mahasiswa akan dapat mengembangkan skill skill dan pengalaman dalam berorganisasi dan potensi mahasiswa, salah satu potensi yang harus dikembangkan adalah kecerdasan, termasuk kecerdasan interpersonal.
Kecerdasan interprersonal adalah kemampuan dan keterampilan seseorang dalam menciptakan relasi, membangun relasi dan mempertahankan relasi sosialnya sehingga kedua belah pihak berada dalam situasi menguntungkan, maksudnya dengan mengikuti organisasi di kampus dapat mengembangkan relasi relasi antar jurusan maupun antar fakultas agar dapat bekerja sama dalam hal membangun segala program yang di rencanakan, dan dengan adanya kecerdasan interpersonal mahasiswa dapat mendapatkan pengalaman pengalaman dari banyak relasi nya sehingga pemikiran mahasiswa semakin berkembang dan kritis. Tahap awal dalam pengembangan kecerdasan interpersonal adalah ditandai dengan berkembangnya kemampuan untuk berinisiatif dalam memulai hubungan interpersonal, kemampuan untuk membuka diri, kemampuan untuk memberi dukungan emosional, bekerja sama, memimpin dan kemampuan untuk mengatasi konflik yang mungkin muncul dalam situasi interpersonal. Melalui berbagai pengalaman yang diperoleh mahasiswa dalam organisasi-organisasi kemahasiswaan, kemampuan tersebut dapat semakin dikembangkan.
Menurut
Melwin Syafrizal Daulay Organisasi kemahasiswaan dalam tatacara manajemen
organisasi tidak berbeda jauh dengan organisiasi umum lainnya. Hal-hal yang menyebabkan
keberadaannya adalah:
a.
dikarenakan kesamaan keyakinan, minat dan bakat anggota, biasanya bertujuan untuk
menyalurkan minat dan bakat tersebut dalam suatu wujud kegiatan yang dilakukan
bersama-sama untuk mencapai suatu prestasi, sebagai kebutuhan fisik, rohani
ataupun sekedar penyalur hobi,
b.
dikarenakan tuntutan kebutuhan, keadaan lingkungan yang terjadi saat itu,
seperti organisasi layanan sosial untuk bantuan bencana alam, pendidikan bagi masyarakat
miskin dan anak terlantar, layanan kesehatan dan keselamatan,
c.
dikarenakan peluang yang ada untuk pengembangan kepribadian atau untuk tujuan provit/keuntungan, misalnya untuk
menumbuhkan jiwa enterpreneurship/kewirausahaan, kemandirian dan
profesionalisme, dengan membentuk unit kooperasi mahasiswa, kelompok marketing
dan public relation, event organization, pembimbing atau assisten pelatihan
atau pendidikan profesional.
d.
dikarenakan tuntunan agama/aktifitas religi seperti unit kerohanian dan
lain-lain.
e.
dikarenakan amanat dan tuntutan sivitas akademika untuk mengemban suatu amanat
khusus dengan suatu visi dan misi yang jelas sesuai AD/ART, memiliki pedoman
GBHK (Garis-garis Besar Haluan Kerja). Misalnya Senat Mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa, Lembaga Eksekutif
Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Jurusan dan lain-lain. Organisasi ini biasanya
merupakan suatustruktur organisasi yang kompleks dengan maksud dan tujuan
organisasi seperti diatur pada AD/ART organisasi tersebut.
Jenis
Jenis Organisasi Kampus
Organisasi kampus sangat beragam,
mulai dari organisasi jurusan yang beranggotakan jurusan tersebut dan bertujuan
untuk mengembangkan eksistensi jurusan tersebut, selain itu ada juga organisasi
fakultas yang cakupan nya lebih luas daripada organisasi jurusan, karena
organisasi fakultas ini dapat di ikuti berbagai jurusan yang ada di fakultas
tersebut, tujuannya pun tak jauh berbeda dari organisasi jurusan namun
cakupannya lebih luas karena memegang nama fakultas. Dan yang terakhir ada
organisasi universitas , organisasi ini dapat di ikuti oleh seluruh mahasiswa
yang ada di universitas tersebut sesuai dengan minat dan bakat para mahasiswa
yang ada di universitas tersebut. Untuk lebih rinci berikut adalah jenis jenis
organisasi yang ada di kampus.
1. BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa)
BEM adalah lembaga eksekutif dalam
kampus yang terdiri dari beberapa pengurus yang berasal dari jurusan dan
fakultas yang berbeda. BEM dapat menjadi wadah dari aspirasi mahasiswa-mahasiswa
yang kurang dalam bersosialisasi dan menjadi solusi bagi mahasiswa yang
memiliki kendala dalam hal pembayaran uang kuliah.BEM fakultas
adalah organisasi mahasiswa yang bertugas menjadi perwakilan mahasiswa di
tingkat fakultas, anggotanya berasal dari jurusan jurusan yang ada di fakultas
tersebut. BEM Fakultas bertugas menjadi perwakilan di tingkat fakultas untuk
kegiatan kegiatan dan memiliki program kerja yang bertujuan untuk meningkatkan
eksistensi Fakultas di Univeritas tersebut.Ketua BEM Fakultas biasanya
dipilih secara voting seperti pemilu di dalam kampus. Sedangkan para anggota
BEM Fakultas dipilih secara open rekrutmen dan dilaksanakan wawancara dalam
pemilihan kepengurusan nya.
2. HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan)
HMJ
atau himpunan mahasiswa jurusan adalah organisasi terkecil di kampus, Karena
hanya berkontribusi di jurusan saja. HMJ berfungsi sebagai media pengembangan
mahasiswa di jurusan tersebut untuk mengembangkan pola pikir, potensi maupun
pengetahuan.HMJ memiliki program kerja yang sesuai dengan jurusannya,
misalnya HMJ Pendidikan Bahasa Indonesia memiliki program kerja untuk
mengadakan acara acara sastra yang berkaitan dengan jurusan tersebut. HMJ juga
memiliki program internal khusus untuk mahasiswa jurusan aja. Misalnya,
pengenalan terhadap mahasiswa baru atau kuliah wajib dari ketua jurusan
3. UKM ( Unit Kegiatan
Mahasiswa).
UKM
juga merupakan organisasi mahasiswa dari berbagai jurusan dan fakultas. UKM
Berkontribusi di univeritas dan cakupannya lebih luas, dapat dikatakan UKM ini
merupakan partner dari BEM untuk mengembangkan bakat-bakat mahasiswa. Di dalam
UKM, mahasiswa biasanya diberikan kegiatan-kegiatan untuk menggali bakat
mereka, seperti seni, olahraga, musik, dan lainnya. UKM ini pun dibedakan
berdasarkan bakat atau spesialisasi tersebut.Ada berbagai jenis UKM
sesuai dengan minat dan bakat mahasiswa contohnya PMI (Palang Merah Indonesia)
dapat di ikuti oleh mahasiswa yang berminat bersosialisasi mengenai bencana
bencana dan kegiatan sosial yang berkaitan dengan kesehatan, selain itu juga
ada Sanggar Seni yang dapat diikuti oleh mahasiswa yang memiliki minat dan
bakat dalam bidang seni, baik itu seni rupa, seni tari, seni musik dan lain
lain yang dapat mengembangkan hobby dan potensi yang dimiliki oleh
mahasiswa
4. LDK (Lembga Dakwah Mahasiswa)
LDK
(Lembaga Dakwah Mahasiswa) adalah organisasi mahasiswa yang berada dikampus,
organisasi ini berasaskan agama Islam.organisasi ini dimaksudkan untuk
mendorong para mahasiswa ke jalan yang lebih baik dan berasaskan islam dengan
memanfaatkan berbagai sarana formal maupun sarana informal yang berada di
kampus, dapat dikatakan bahwa aktivitas dakwah kampus merupakan salah satu
tiang dari dakwah dengan keseluruhan. Dengan adanya organisasi ini, diharapkan
lahir intelektual intelektual muda yang profesional dalam bidangnya dan
religius terhadap Islam.
Itulah
beberapa organisasi yang berada di kampus, selayaknya kita sebagai mahasiswa
yang memiliki minat dan bakat untuk mengikuti organisasi yang ada di mahasiswa,
semua organisasi tujuannya sama yaitu untuk meningkatkan potensi minat dan
bakat mahasiswa untuk lebih berkembang agar melahirkan mahasiswa mahasiswa yang
bermutu dengan segala potensi yang dimiliki. Namun seiring berkembangnya zaman
dan teknologi, organisasi organisasi yang ada dikampus juga harus mengikuti
perkembangan zaman, agar dapat menarik perhatian para mahasiswa yang kebanyakan
pada saat ini tidak tertarik untuk mengikuti organisasi, padahal mereka
memiliki potensi yang harus dikembangkan. Maka dari itu organisasi yang
terdapat di universitas atau kampus harus selalu kreatif untuk menarik
mahasiswa dapat menunjjukkan minat dan bakatnya.
Pentingnya
Organisasi Bagi Mahasiswa
Setiap
organisasi pasti memiliki visi dan misinya masing-masing. Visi dan misi
tersebut bertujuan untuk menjaga agar organisasi tetap selaras dalam mencapai
suatu tujuan bersama. Dengan kata lain, setiap organisasi bertanggung jawab
terhadap tujuan yang ingin mereka raih. dari sini saja sudah terlihat manfaat
dari organisasi bagi mahasiswa, yaitu melatih diri untuk bertanggung jawab. Dan
masih banyak manfaat lainnya, seperti berikut ini:
1. Meningkatkan
Pengetahuan dan Wawasan
Seperti yang telah
disebutkan salah satu peran mahasiswa adalah sebagai agen perubahan. Maka,
mahasiswa diharapkan dapat menjadi penggerak perubahan ke jalan yang lebih
baik. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mencapai hal tersebut adalah
dengan meningkatkan pengetahuan dan wawasan. Ketika mahasiswa mengikuti
organisasi, mahasiswa akan belajar mengenai banyak hal, seperti membuat
proposal, mengatur anggaran, mencari sponsor atau donatur, dan masih banyak
lagi.
Bagi mahasiswa yang mengikuti organisasi kampus, akan
lebih banyak mendapatkan pengetahuan dan wawasan dalam banyak hal, dan tentunya
dapat menguntungkan bagi pribadi masing masing mahasiswa untuk banyak hal yang
tidak mereka ketahui.
Pengetahuan
tersebut tentu akan berguna dalam membantu mahasiswa menjadi agen perubahan.
Contohnya, saat akan membuat kampanye anti plastik, pastinya dalam melaksanakan
kampanye tersebut mahasiwa membutuhkan dana. Dengan memiliki kemampuan mencari
sponsor atau donatur yang kamu pelajari saat berorganisasi, hal itu dapat membantu
mahasiswa untuk memperoleh dana.
2. Meningkatkan
Kemampuan Sosial
Jika kamu mengikuti
suatu organisasi, kemampuan sosial akan meningkat. Karena kegiatan organisasi tidak hanya dilakukan di
dalam kampus saja. Melainkan akan bertemu dengan masyarakat luar dalam berbagai
kegiatan, seperti acara bakti sosial, penanggulangan bencana, pelatihan
masyarakat dan masih banyak lagi.dengan bersosialisasi mahasiswa dapat
mengetahui dunia luar dan tidak takut untuk mencoba hal baru karena sudah
memiliki pengalaman dalam bersosialisasi
Salah
satu organisasi yang sering melakukan kegiatan sosial adalah BEM (Badan
Eksekutif Mahasiswa). Di dalam BEM, biasanya terdapat Departemen Sosial
Masyarakat yang bertugas untuk mengkoordinasi kegiatan pengabdian masyarakat.
3. Memperluas Relasi
Relasi
saat ini sangat dibutuhkan, karena dengan adanya relasi kita pun mendapatkan
banyak pelajaran yang berharga dari banyak orang.Dengan berorganisasi, otomatis
relasi pertemanan juga akan meluas. Dalam sebuah organisasi pastinya
masing-masing anggota memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Bukan tidak
mungkin jika berkuliah di jurusan Sastra Inggris, namun dapat berteman dengan
seseorang dari jurusan Teknik Industri. Kemudian, relasi tersebut bukan hanya
berguna dalam pertemanan saja, melainkan juga dapat saling berbagi informasi
dan pandangan dengan anggota-anggota lain, sehingga turut meningkatkan wawasan.
Selain
itu mahasiswa tidak hanya dapat membangun relasi dengan teman satu universitas
saja, melainkan jika aktif berorganisasi, mahasiswa juga akan bertemu dengan
organisasi dari kampus-kampus lainnya dan bahkan dapat terhubung dengan para
politisi serta pejabat.
4. Ajang Melatih Diri dalam Dunia Kerja
Dengan berorganisasi kita belajar untuk lebih bertanggung jawab. Selain bertanggung jawab terhadap tujuan yang ingin dicapai, tanggung jawab yang paling utama adalah komitmen diri kamu terhadap organisasi tersebut. Jangan terburu-buru ingin keluar jika merasa tidak cocok dengan organisasi yang diikuti.
Sama seperti di dunia
kerja, seorang harus bertanggung jawab atas komitmen yang pernah diberikan. Seseorang
tidak bisa tiba-tiba keluar begitu saja ketika mengalami sedikit
ketidakcocokan. Selain itu, di dalam dunia kerja kamu juga akan bertemu dengan
karakteristik orang yang berbeda-beda. Untuk itu, penting bagi kamu untuk
mengikuti organisasi, sebab di dalam organisasi pun akan bertemu dengan
mahasiswa dari latar belakang yang berbeda-beda.
5. Belajar Manajemen
Waktu
Ketika
mengikuti organisasi, bukan berarti tanggung jawab hanya dicurahkan kepada
organisasi tersebut. Tetapi tidak boleh melalaikan kewajiban sebagai seorang
mahasiswa, artinya jangan biarkan kegiatan perkuliahan terganggu. Oleh karena itu,
mahasiswa dapat sedikit demi sedikit belajar mengatur waktu dengan mengikuti
organisasi.
PENUTUP
Organisasi
kampus adalah suatu kelompok terdiri atas dua atau lebih orang yang saling
bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu secara bersama yang berada di
perguruan tinggi diawasi oleh pihak kampus dan dikembangkan oleh mahasiswa yang
berkecimpung didalam organisasi tersebut.
Secara legitimasi, salah satu fungsi Organisasi Mahasiswa (Ormawa) yang
termaktub dalam pasal 5, Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia Nomor 155 /U/1998, adalah pengembangan potensi jati diri mahasiswa
sebagai insan akademis, saat mahasiswa terjun ke organisasi mahasiswa akan
dapat mengembangkan skill skill dan pengalaman dalam berorganisasi dan potensi
mahasiswa, salah satu potensi yang harus dikembangkan adalah kecerdasan,
termasuk kecerdasan interpersonal.
Sebagai mahasiswa dalam mengikuti organisasi kampus memiliki peranan yang sangat penting dalam mengenbangkan potensi dan jadi diri mahasiswa, karena dalam organisasi di kampus, mahasiswa akan mendapatkan pengalaman pengalaman yang sangat berharga dan dapat di interpretasikan dalam kehidupan sehari hari sehingga semakin berkembang.
DAFTAR PUSTAKA
Majid
Abdul.2016. PERANAN BADAN EKSEKUTIF
MAHASISWA UNIVERSITAS DALAM PENGUATAN KARAKTER KEPEMIMPINAN MAHASISWA
https://www.academia.edu/12829860/Artikel_Pentingnya_organisasi_bagi_mahasiswa
Oviyanti,
F. (2016). PERAN ORGANISASI KEMAHASISWAAN
INTRAKAMPUS DALAM MENGEMBANGKAN KECERDASAN INTERPERSONAL MAHASISWA.
El-Idare: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 2(1)

Komentar
Posting Komentar