Usik
Gulita malam bertabur bintang Kilau lampu pijar menyoroti bangunan berundak Dengan tingkap usang yang terdesak Langkahku tertuju pada undakan kumuh Kebisingan rengit itu mengusik indra pendengaran Dicampur sorak sorai dari gawai semakin merampak meditasiku Ku fikir dengan merungguh di tangga ini imajinasi ku terbit Malah kian terpuruk persemayaman ku Almari bekas dipojok dinding seakan tergelak dan mengolok ku Seakan aku adalah wanita yang bingung Ya, dia benar aku tengah bimbang menggali imajinasiku Tak ku temukan Imajinasi untuk ku rangkai Khayalan ku masih saja tak tertangkap Alih alih kudapati imajinasi Kurenungi tabungan yang semakin menipis Terbayang sulitnya ayah mengais rupiah untuk anak gadisnya