Rindu

Hawa panas yang tak pernah padam

Diiringi langkah yang semakin penat

Menerobos masuk ke rongga kepalaku

Diiringi dengan denyutan hebat di sekitarnya


Aku terbaring di atas tilam

Sembari memandang atap yang usang

Dengan tatapan hampa yang semakin merasuki

Tak terasa air mata ku berlinang 


Akal ku yang semakin terhanyut

Dengan perasaan yang semakin bercampur aduk

Terbayang kampung halaman nan Adiwarna

Dan aroma kuat masakan ibunda

Sungguh, aku rindu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pantun Nasihat

Usik